Sabtu, 26 Mei 2012

bersatu


bersatu

hai sahabat mari kita bersatu
berbaur bergabung bersama
jangan ada benci ataupun tangisan
satukanlah hati kita

tunjukanlah jiwa relawan kita
bahu membahu menyampaikan rasa
korbankanlah api semangat kita
tunjukanlah jiwa kemanusiaan

karna kami remaja PMI yang salalu ceria....oooohhhh..

Reff
Kau aku slalu bersama dalam suka dan duka
Kau aku slalu bersama dalam eratnya persahabatan
kau aku takan terpisah selamanya kita bersaudara
kau aku slalu disini..
satukan jiwa,,
satukan rasa,,
untukmu..unutukmu..untukmu..
PALANG MERAH INDONESIA...


ini lagu untuk palang merah indonesia dan palang merah remaja
dibuat oleh : - fitri ekawati ( icut )
                   - gerald reza lasut
                   -hanna asma syahidah
                   -nur asiyah
di markas PMI Tangerang Selatan

kekompakan dalam kelompok


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah adalah sebuah kalimat yang sering kita ucapkan dalam keseharian kita, termasuk ketika sholat.  Namun walau begitu sering kita mengucapkannya, kita pun sering mengabaikan maksud dari kalimat itu. Dengan berakhirnya praktek magang kelompok VIII SMK Kesehatan Riksa Indrya, yang telah di lakukan sejak tanggal 05 maret 2012- 24 April 2012. Maka saya dari kelompok VIII praktek magang SMK Kesehatan Riksa Indrya ingin mengucapkan kalimat hamdallah.
Alahamdulillah….
So happy, akhirnya Makalah saya selasai juga. Setelah mengalami proses pusing, bingung, cape, letih, dan sebagainya kelar juga.
Sooo, sekarang saya ingin bilang terima kasih. Yang pertama pasti saya panjatkan rasa syukur yang dalam ke hadiran Allah SWT, karena berkat kemurahanNya laporan ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. ucapan terima kasih yang pertama pasti akan saya sampaikan kepada guru pembimbing materi praktek magang yang kami sayang yaitu ibu Debby Susanti,S.Kep.Ners, yang selalu membimbing, menyemangati dan melihat kondisi kami di lapangan. Thank you so much deh.
Dan ucapan terima kasih juga kami akan sampaikan kepada guru-guru pembimbing lapangan paraktek magang yaitu bapak Anam (RSK Dharma Graha), Suster Anyus dan Suster Wati (PSTW Bina Bhakti), ibu Nuraini (pembimbing lapangan kurikulum pagi SKh YKDW 01) dan ibu Muksaromah (pembimbing lapangan kurikulum Siang SKh YKDW 01). Atas bimbingan mereka semua saya dapat melaksanakan tugas praktek magang yang telah menjadi program SMK Kesehatan Riksa Indrya untuk menjadikan siswa/i nya menjadi siswa/i yang unggul di bidang kesehatan, mempunyai keterampilan dasar dan kompetensi yang akan menjadi bekal dalam menghadapi dunia kerja.
Dan hasil dari praktek magang kami dari 3 tempat yang telah kami selesaikan, saya pun mendapatkan hasil baik dan memuaskan. Sekali lagi saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam praktek magang yang telah memberikan pembelajaran juga pengalaman klinik yang berharga.
Dalam makalah ini saya dari kelompok VIII SMK Kesehatan Riksa Indrya bermaksud akan membahas tentang “ Kekompakan dalam kelompok “ Namun,saya mohon maaf jika dalam makalah ini banyak kekurangannya dalam segi pembahasan dan penulisan. Tetapi saya beharap semoga makalah ini bisa bermanfaat untuk kita semua yang membacanya. ^_^

                                                                                                                Bogor , 25 April 2012
                                                                                                                Penyusun,



                Hanna Asma Syahidah


Bab 1
Pendahuluan
1.1.Latar Belakang
Suatu tim dalam suatu kelompok atau organisasi adalah kesatuan kelompok orang yang saling
bersemangat menuju suatu tujuan yang disepakati bersama. Secara teoritis mudah dikatakan,
tetapi dalam kenyataan banyak kendala yang ditemui dalam mewujudkan kerjasama tim dalam
organisasi yang efektif dan efisien.  Egoisme, keterampilan intrapersonal, keterampilan
interpersonal, semangat, dan spirit merupakan demensi yang menentukan kerja tim itu.
                Perilaku individu dalam kelompok menjadi sangat berbeda pada saat kita melihat kelompok
tersebut menjadi suatu tim kerja.  Jika kita menganalisis perilaku individu dalam kelompok atas
dasar vektor sabagai hukum sebab akibat, hasilnya akan mirip atau sama dengan jika dalam tim.
Akan tetapi jika kita menganalisis atas dasar fraktal sebagai hubungan sebab akibat, maka akan
ditemukan  kausalitas yang berkelipatan hasilnya tim kerja dibadingkan dengan  Tim kerja
bukanlah sekedar sekumpulan orang berkelompok, bekerjasama mencapai suatu tujuan dalam
suatu organisasi, tetapi adalah kerjasama yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan kualitas
satu tingkat lebih tinggi dari kelompok yang dinamis, yaitu lebih efektif dan efisien.
                Oleh sebab itu tanpa adanya kelompok yang saling bersama untuk saling berbagi rasa, saling
menghargai, dan saling memberikan semangat satu dengan yang lain, adalah suatu keniscayaan
organisasi akan efektif dan efisien. Itulah TEAM. 

I.2       Maksud dan Tujuan
v  kita mampu membentuk TEAM dalam organisasi guna mencapai tujuan yang efektif dan efisien.
v  Membentuk kelompok kerja yang dinamis
v  Menunjukkan kualitas tim kerja yang efektif


Bab 2
Pembahasan

A.    Memahami Tentang Arti Pentingnya Kelompok

Kerja sama dalam suatu kelompok sangatlah tidak mudah dilaksanakan namun banyak kendalah yang terjadi. Hal tersebut dilaksanakan adanya keyidakserasian dalam kelompok tersebut, misalnya egoism, keterampilan intrapersonal dan interpersonal, semangat, dan spirit merupakan dimensi yang menentukan kerja tim itu tidak dikelola atau dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin.
Oleh sebab itu untuk mewadahi semua itu perlu dibangun suatu kelompok, dimana dengan membangun kelompok secara otimatis akan terjadi suatu bentuk interaksi antar anggota. Diharapkan dengan adanya interaksi antar anggota kelompok akan dapat menemukan adanya bentuk-bentuk hasil interaksi yang nantinya berguna dalam mengembangkan kelompok itu sendiri.
B.    Apakah yang dimaksud kelompok ?
Kelompok adalah kumpulan orang-orang merupakan kesatuan sosial yang
mengadakan interaksi yang intensif dan mempunyai tujuan bersama. Kerja kelompok menjadi bagian penting dari organisasi.  Gagasan tentang kerja kelompok didasarkan pada suatu pandangan kerja yang berakar dari pengetahuan kuno bahwa organisasi memiliki lini kendali manajerial, wewenang, dan tanggung jawab kaku. Dengan kata lain, mereka yang berada dalam posisi kepemimpinan cenderung berasumsi bahwa merekalah yang harus membuat sebagian besar keputusan tentang kerja, dan pekerja cenderung berasumsi bahwa mereka harus melakukan apa yang disuruh pemimpinnya.
C.     Tujuan Kelompok

Tujuan kelompok dapat diartikan sebagai gambaran yang diharapkan anggota yang akan dicapai oleh kelompok. Tujuan kelompok harus jelas dan diketahui oleh seluruh anggota. Untuk mencapai tujuan kelompok tersebut diperlukan aktivitas bersama oleh para anggota. Hubungan antara tujuan kelompok dengan tujuan anggota bisa :
 a) sepenuhnya bertentangan
b) sebagian bertentangan
c) netral
d) searah
e) identik

D.    Kekompakan kelompok
Kekompakan kelompok menunjukkan tingkat rasa untuk tetap tinggal dalam kelompok, hal ini dapat berupa : loyalitas, rasa memiliki, rasa keterlibatan, dan keterikatan. Terdapat enam faktor yang mempengaruhi kekompakan kelompok yaitu:
a)      Kepemimpinan Kelompok
b)      Keanggotaan Kelompok
c)       Nilai Tujuan Kelompok
d)      Homogenitas Anggota Kelompok
e)      Keterpaduan Kegiatan Kelompok
f)       Jumlah Anggota Kelompok

E.     4 cara meningkatkan kekompakkan kelompok :
v  Memperkenalkan Persaingan
v  Meningkatkan ketertarikan antar pribadi
v  Meningkatkan  interaksi
v  Menciptakan tujuan bersama dan rasa senasib

F.     Membangun kelompok yang Efektif :
•          Sasaran kelompok harus ditentukan dengan jelas
•          Kenali Faktor-faktor penentu efektivitas kerja
•          Fokuskan kelompok Pada Prestasi kerja
•          Wewenang setiap anggota harus jelas
•          Pimpinan dipilih berdasarkan kemampuan dan ketrampilan dalam memimpin
•          Ciptakan kondisi yang baik dan disiplin terhadap tugas-tugas kelompok


G.    JENIS-JENIS KELOMPOK

a)      Kelompok Pasif
Kumpulan individu-individu yang cenderung tanpa mempunyai hubungan yang jelas, masing-
masing  anggota  mempunyai tujuan dan keinginan sendiri-sendiri.  Orientasi anggota sangat
individual. Kurang adanya kesadaran sebagai anggota kelompok, mudah timbul kecurigaan satu
dengan lainnya. Terjadinya kelompok hanya didorong oleh kesukarelaan ataupun keterpaksaan.
Kelompok tidak memiliki ukuran pencapaian hasil kerja bersama yang jelas.  Mudah timbul rasa
saling menyalahkan diantara anggota. Keterikatan antar anggota kelompok bersifat sementara,
mudah sekali berubah-ubah. Dalam melakukan kegiatan lebih pada sama-sama bekerja, bukan
bekerjasama.
b)      Kelompok Dinamis
Kumpulan individu-individu yang mempunyai hubungan tertentu yang membuat mereka saling
bergantung satu sama lain dalam ukuran-ukuran yang bermakna atau dengan kata lain memiliki
hubungan tertentu yang bermakna.
c)       Kelompok Efektif
Inilah jenis kelompok pada tingkat lanjut, yaitu berkumpulnya sekelompok orang yang  didasari oleh rasa kekompakkan, orientasi pada kesamaan tujuan yang berkualitas unggul, dibatasi oleh nilai-nilai perilaku yang jelas, sistematis, dan mengikat. Semua anggota mempunyai kualitas Membangun Kerjasama TIM kompetensi dan integritas yang seimbang. Semangat pembelajaran diantara anggota kelompok sangat tinggi demi mencapai keberhasilan dan keunggulan bersama. 

Bab 3
Kesimpulan

membentuk organisasi yang kridibel, faktor utama yang harus dilakukan adalah membentuk dan   membangun tim kerja baik yang mampu mendukung dalam operasional organisasi.  Untuk membangun kerja sama  tim hal-hal yang harus dilalui, misalnya dengan mengutamakan proses dinamika dalam kelompok, membentuk individu masuk dalam kelompok yang mengutamakan membangun saling pengertian, saling percaya, kejujuran, displin, kerja sama, kepemimpinan, membangun  strategi, kepercayaan diri, menghadapi konflik, membangun komnikasi, motivasi,  membangun keterbukaan, kritik/umpan balik, saling ketergantungan dan masih banyk lagi unsur-unsur dalam membangun kerja sama tim.
 Tim Next Level adalah suatu tim yan dibangun dalam rangka memenuhi suatu tuntutan dari sebuah tim yang mengarah sebuah tim yang mempunyai  sesuatu secara lengkap yang menyangkut hal-hal berikut ini::
1.  berkeahlian tinggi dan interaktif yang menggunakan ide dan motivasi dari semua anggota tim
2.  mengutamakan penggunaan informasi untuk membangun tingkat kepercayaan dan tanggung
jawab yang tinggi
3.  memiliki batasan yang jelas untuk menciptakan kebebasan dan tanggung jawab untuk
menyelesaikan tugas secara efisien 
4.  efektif menggunakan waktu dan bakat anggota dan pemimpin timnya
5.  ahli dalam pengelolaan diri untuk membuat keputusan tim dan menciptakan hasil yang luar
biasa bagi tim, anggotanya, dan organisasinya.
 Masih banyak cara yang telah  ditempuh oleh berbagai lembaga/institusi, namun tidak pernah berhasil, kalaupun berhasil seakan-akan hanya beberapa saat saja dan selanjutnya kembali kepada pola yang lama. Tetapi banyak juga  suatu institusi telah berhasil dalam membangun tim, walaupun dengan biaya yang tidak sedikit, yaitu melalui  pelatihan  Out Bound.  Melalui permainan-permainan dalam Membangun Kerjasama Tim dilakukan secara langsung. Dalam proses permainan diadakan suatu  evaluasi dengan menggunakan format yang menilai tentang aktivitas peserta yang meliputi beberapa aspek, diantaranya tentang; disipplin, tanggung jawab, Membangun Kerjasama TIM kerjasama, kepemimpinan,   kejujuran, keberanian menanggung risiko, motivasi, kreatif, inovatif, rela berkorban, berani mengambil keputusan.

DAFTAR PUSTAKA

1.  Richard Y. Chang, Membangun Tim Yang Dinamis, Seri Panduan Praktis, No. 8, PT.
Gramedia, Jakarta, 1999
2.  Richard Y. Chang, Sukses Melalui Kerjasama Tim, Edisi ke 2,  PT. Pustaka Binaman
Presindo, PT. Gramedia, Jakarta, 1999
3.  Suprapti, Modul Diklat Prajabatan Gol. III, LAN RI, 2001
4.  Robert B. Maddux, Team Building, Terampil Membangun Tim Handal, PT, Erlangga,
Surabayan, 2001
5.  Drs. Baderel Munir, MA, Dinamika Kelompok, Penerapan Dalam Laboratorim Ilmu Perilaku,
Univ. Sriwijaya, 2001.
6.   Modul Prajabatan Membangun Kerjasama Tim, iniAN, RI





CARA PENULISAN MAKALAH YANG BAIK


CARA PENULISAN MAKALAH YANG BAIK/
Bagian Pembuka Makalah
·         Halaman judul.
·         Halaman pengesahan.
·         Kata pengantar.
·         Daftar isi.
·         Ringkasan isi.
Bagian Isi Makalah
·         Pendahuluan
·         Latar belakang masalah.
·         Rumusan masalah.
·         Pembatasan masalah.
·         Tujuan penelitian.
·         Manfaat penelitian.
Tinjauan Teori
·         Pembahasan teori
·         Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan
·         Pengajuan hipotesis
Metodologi Penelitian
·         Waktu dan tempat penelitian.
·         Metode dan rancangan penelitian
·         Populasi dan sampel.
·         Instrumen penelitian.
·         Pengumpulan data dan analisis data.
Kesimpulan dan Saran
·         Kesimpulan
·         Saran
Bagian Penunjang
·         Daftar pustaka.
·         Lampiran- lampiran antara lain instrumen penelitian atau daftar lampiran.

wirausaha kripik singkong, singkong keju, dan budidaya ikan lele


KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.
Puju syukur senantiasa penulis panjatkan kepada Allah AWT yang telah melimpahkan rahmat dan barakah-Nya kepada hamba-Nya yang beriman. Shalawat beriring salam semoga selalu terlimpah pada junjungan kita, Rasulullah Muhammad SAW.
Melalui makalah ini, penulis ingin menyampaikan beberapa hal mengenai mimpi-mimpi penulis dan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mencapai mimpinya itu. Makalah ini diharapkan bisa menjadi pegangan bagi penulis untuk memperjelas mimpinya dan menjadi pegangan agar langkah-langkah yang akan dilakukan tetap konsisten dilakukan.
Penulis mohon maaf jika dalam makalah ini banyak kekurangannya dalam segi pembahasan dan penulisan. Tetapi penulis beharap semoga makalah ini bisa bermanfaat untuk kita semua yang membacanya.

Bogor, 10 Mei 2012
                                                                                            Penulis


  Hanna Asma Syahidah

LEMBAR PENGESAHAN
Makalah ini berjudul “ WIRAUSAHA KRIPIK SINGKONG,  SINGKONG KEJU,  BUDIDAYA IKAN LELE” disusun oleh Hanna Asma Syahidah, kelas XI.F merupakan salah satu persyaratan kehadiran pelajaran kewirausahaan yang harus ditempuh oleh siswa/i  SMK Kesehatan Riksa Indrya kelas XI yang tanda tangan kurang akibat tidak masuk sekolah, tidak membawa buku pelajaran, dll.

Mengetahui,

 Guru                                                                               Penulis


Drs. Asep Mulyana                                                              Hanna 



BAB I
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG PEMBUATAN USAHA
Manusia yang hidup sudah menjadi semacam suatu kewajiban untuk bertahan hidup ditengah-tengah masyarakat. Untuk bertahan hidup manusia perlu berinteraksi dengan sesame manusia lain, terutama dalam menjalin kerjasama yang saling menguntungkan.
Dewasa ini lahan pekerjaan semakin bertambah, tetapi dengan banyaknya jumlah penduduk, peluang untuk mendapatkan pekerjaan jadi semakin kecil. Untuk itu, ada baiknya, setiap manusia mampu berdiri sendiri dengan usahanya dalam bertahan hidup.
Usaha dalam bertahan hidup itu diantaranya dengan membuka sendiri lahan usaha baru untuk kita tekuni. Dengan mempertimbangkan segala sesuatunya, termasuk ketersediaan sarana dan prasarana yang menunjang, yang tidak hanya diciptakan oleh kita, tetapi untuk mempermudah juga dilihat dari aspek lingkungan.
Ada berbagai macam lahan usaha yang dapat dilakukan, diantaranya adalah usaha pembuatan kripik singkong, singkong keju, dan budidaya ikan lele seperti apa yang akan penulis paparkan dalam makalah ini.

2. IDENTIFIKASI PEMBUATAN USAHA
Pembuatan usaha baru yang kita rintis sebaiknya mempertimbangkan beberapa hal yang akan mendasari usaha kita tersebut, diantranya adalah untuk apa kita melukan kegiatan usaha yang dimaksud, apa saja hal yang kira-kira menjadi rintangan dan hal-hal yang dapat meringankan usaha kita tersebut, dan bagaimana kemungkinan keuntungan yang dapat kita peroleh dengan membuka usaha tersebut.

3. TUJUAN MEMBUAT USAHA
Adapun tujuan kita untuk mendirikan suatu usaha adalah selain untuk bertahan hidup, lebih khusus lagi kita mencari laba atau untung dari usaha yang kita lakukan tersebut. Disamping itu, lebih jauh lagi, kita berharap dapat membuat lapangan kerja sendiri dan jika memungkinkan, kita dapat menyediakan lapangan kerja untuk orang lain.
Dengan makalah ini diharapkan pembaca dapat memahami dan diharapkan dapat memanfaatkannya khusunya dalam suatu pemilihan usaha.
                                   BAB II

PEMBAHASAN

A. KERIPIK SINGKONG

1.      PROSPEKTIF MASA DEPAN

Usaha ini sangatlah bagus dan cerah karena usaha yang dijalankan ini sudah mulai ditinggalkan orang. Ciri produk yang khas yang dimiliki oleh perusahaan, membuat daya tarik tersendiri akan usaha ini, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.
Dengan sistem manajemen dan kontrol kualitas yang terjaga, maka usaha ini akan cukup berpotensi hingga masa yang akan datang. Dengan menajemen yang diterapkan pada tiap bagian dari usaha ini, dari mulai manajemen dalam bahan baku, produksi, hingga pemasaran, maka usaha apapun akan dapat bertahan menghadapi persaingan baik dengan sesama produsen keripik singkong maupun bersaing dengan produk baru lainnya.                Disamping itu, karena keripik singkong merupakan jenis makanan yang sudah umum di masyarakat sehingga dalam hal pangsa pasarnya tidak akan diragukan lagi.

2. ANALISIS PERSAINGAN
Seorang pengusaha harus dapat melihat dan memanfaatkan peluang yang ada sehingga usaha yang dijalankannya tidak mengalami kegagalan ditengah jalan.Persaingan dengan perusahaan lain akan dapat diatasi dengan langkah-langkah yang terencana denan baik dan matang yang diantaranya adalah melakukan efisiensi dan peningkatan kualitas produk yang kita buat, yang dalam hal ini proses produksi keripik singkong, dilakukan dengan cepat tanpa mengabaikan rasa dan rupa dari keripik singkong tersebut.
Efisiensi dapat dilakukan dengan cara menggunakan tenaga terampil atau tenaga yang telah dilatih dalam hal pembuatan keripik singkong. Mulai dari penyiapan bahan baku hingga pengirisan yang dilanjutkan dengan penggorengan.Dalam produksi bahan makanan sangat perlu diperhatikan cita rasa dan rupa. Cita rasa yang tinggi tanpa memperhatikan rupa, akan kurang berhasil, begitupun sebaliknya.
Packing atau pengemasan produk yang elegan dan unik akan memberi nilai jual tersendiri. Dalam keyataan, kebanyakan produk yang dikemas, hampir 40% biaya produksi adalah untuk kemasan, sedangkan sisanya adalah untuk bahan baku dan tenaga kerja.
Bermunculannya produsen jenis makanan ringan juga akan memberikan persaingan tersendiri walaupun dari segmen produksi yang berbeda, tetapi untuk segmen makanan ringan hal ini akan sangat memanaskan persaingan.

3. SEGMENTASI PASAR YANG AKAN DIMASUKI

Segemen pasar yang diincar adalah kalangan bawah hingga atas, dimana keripik singkong dapat dimakan oleh siapapun, tidak terkecuali kalangan atas.Produk yang dihasilkan berupa keripik singkong akan dipasarkan dengan cara penitipan ke pengecer yang bisa berupa warung atau toko makanan maupun toko biasa. Selain itu keripik singkong yang dihasilkan dapat dipasarkan melalui door to door langsung ke konsumen akhir.
Keripik singkong dapat juga dipasarkan dengan dengan cara order pemesanan. Hal ini biasanya untuk pemesanan partai yang agak besar, dalam hal ini dilakukan oleh distributor.
Lebih jauh lagi, dengan pengemasan yang merstandar tinggi, produk keripik singkong ini dapat menembus pemasaran di super market ataupun bahkan skala ekspor ke luar negeri.
Dengan kemasan yang dibuat sedemikian rupa hingga dapat terlihat elegan, maka kalangan atas yang biasanya mempertimbangkan gengsi, tidak akan ragu untuk membeli keripik singkong yang bersangkutan walaupun harga jualnya jadi akan lebih membengkak.



4. ESTIMASI KELANCARAN USAHA

Kelancaran suatu usaha tidak hanya ditentukan dari lancarnya penjualan, tetapi juga ditentukan oleh proses produksi follow-up-nya. Dengan lancarnya penjualan secara otomatis juga memerlukan proses produksi yang juga tidak terhambat.Kelancaran produksi bisa ditentukan oleh penggunaan permesinan yang dapat menghemat upah tenaga kerja dengan tingkat produksi yang juga tinggi.
Selain ditentukan oleh penggunaan permesinan, kelancaran produksi juga dapat ditentukan oleh tenaga produksi yang telah terampil dan mampu berdisiplin hingga bisa mencapai target produksi sesuai dengan order penjualan.
Kelancaran produksi tidak akan terlepas dari kelancaran suplai bahan baku. Dalam hal ini bahan baku yang digunakan adalah berupa ubi batang atau singkong.Dewasa ini memang penanaman singkong sudah tidak banyak dilakukan oleh para petani. Singkong hanya dijadikan sebagai tanaman penyelang pada tanaman utama sepeti pada palawija.
Untuk itu perlu dipikirkan untuk mempunyai sumber bahan baku sendiri. Salah satu caranya yaitu bisa dengan memiliki lahan kebun sendiri, atau bekerjasama dengan petani yang bersedia menanam singkong secara khusus. Hal ini untuk menjaga agar produksi tidak berhenti.
Sebagai penunjang kelancaran usaha, khususnya dalam hal proses produksi, kelancaran suplai bahan baku ini sangat perlu untuk diperhatikan. Cadangan bahan baku perlu dipertimbangkan untuk proses produksi hingga paling tidak 5 hari. Hal ini untuk menjaga jika terjadi hambatan dalam penyediaan bahan baku.Karena singkong merupakan bahan yang dapat busuk, maka perlu dijaga dan diketahui batas kualitas singkong yang baik untuk dijadikan bahan baku.

B. SINGKONG KEJU
Berbisnis singkong kini bisa jadi pilihan yang tepat.  Bahan bakunya murah, diminati banyak orang. Mau singkong goreng, singkong rebus atau bahkan singkong keju sekalipun. Dengan kreatifitas dan inovasi sedikit saja, berbisnis singkong menghasilkan uang yang lumayan.
1.      Bisnis Mudah dari Bahan Murah
Berbisnis tak harus yang repot-repot. Cukuplah dari yang sederhana, tetapi yang banyak pembelinya. Jangan lupa, bahan bakunya sedapat mungkin dari bahan baku yang murah dan mudah didapat. Harga per kilogram singkong cukup murah kan, mencarinya juga tidak susah-susah amat, di semua pasar tradisional ada. Dengan sedikit kreasi, apalagi jika mau mengkombinasikan dengan resep-resep modern, misalnya dengan menambahkan keju, gula semut, atau  coklat, singkongpun bisa menjadi makanan camilan yang diminati banyak pembeli. Biasanya Sakur menjual 1 box (isi 5 butir singkong keju) seharga Rp5000. Harga yang tidak terlalu mahal, terjangkau untuk semua kalangan, dan dapat dimakan rame-rame untuk seluruh keluarga.
2.      Harus Kreatif
Jika anda telah membulatkan tekad menjadi pebisnis, maka kreatifitas harus terus diasah setiap saat.  Taruhlah anda kini berbisnis singkong, bagaimana supaya makanan ini banyak peminatnya, semua orang menyukainya. Tirulah apa yang sudah dilakukan Sakur dalam menjual singkong keju di Bandung. Ia sengaja memilih singkong yang empuk, tidak keras, dan dengan teknik masak tertentu ia mendapatkan tekstur singkong yang renyah dan empuk jika dimakan. Selanjutnya ia  meramu dengan menggoreng singkong dan menaburkannya keju ke seluruh permukaan singkong yang telah digoreng. Ia juga membuat boks bungkus singkong goreng yang menarik  dan terlihat higienis.
3. Mencari Lokasi yang Ramai
Mencari lokasi usaha yang ramai penting, terutama daerah atau tempat yang menjadi traffic banyak orang. Di depan supermarket, tempat keramaian tertentu juga dapat jadi pilihan. perbedaan yang signifikan ari para penjual Singkong Keju yang saat ini muncul dengan penjual singkong, pisang goreng biasa. Mereka kini lebih memahami kualitas makanan, mengerti branding, dan menggunakan packaging yang lebih higienis.  Penggunaan spanduk, banner, tenda khusus dengan tulisan Singkong Keju dengan mereknya dan unsur promosi lainnya sudah mulai digunakan di usaha ini, yang sebelumnya jarang dilakukan.
4.      RESEP SINGKONG KEJU BANDUNG
Dari semua point kebutuhan untuk memulai usaha ini, resep dan tekhnik pengolahan adalah yang paling sulit kita dapatkan. Bagaimana cara memuat singkong yang begitu keras, berubah menjadi makanan yang empuk di dalamnya tapi begitu dan garing di luarnya. Singkong semakin di goreg lama akan semakin keras, digoreng sebentar jelas tidak mateng. Direbus lama bukannya merekah malah semakin hancur. Dikukus berjam-jam bentuknya tidak berubah. Bahkan adayang sudah mencoba berbagi obat-obatan, seperti soda kue, kapur sirih, baking powder, roombutter, bahkan ada yang pakai ragi, bukannya merekah malah menjadi  tape. Jangan bingung dan pusing, Saya punya resep rahasianya yang akan membuat singkong menjadi empuk didalam, tapi crispi diluar, rasanya gurih dan nikmat.

5. FAKTOR KEBERHASILAN USAHA SINGKONG KEJU
Faktor keberhasilan usaha singkong keju adalah bahan utamanya yang murah, mudah di dapat, rasanya beranekaragam sehingga membuat pelanggan tidak bosan, harganya pun sangat terjangkau.

6. FAKTOR KRITIS PADA KEBERHASILAN USAHA SINGKONG KEJU
Risiko singkong keju antara lain singkong yang digoreng hancur, atau rasanya kurang enak, merendam singkong terlalu lama dalam larutan bumbu, dan terlalu sering membolak balik saat digoreng akan membuatnya hancur.
Risiko lain usaha ini adalah pemilihan lokasi yang kurang tepat. Akibatnya singkong keju hanya terjual sedikit meskipun rasa dan kualitasnya bisa di andalkan.

C. BUDIDAYA IKAN LELE
Pada saat ini banyak masyarakat yang ingin memanjakan lidah mereka, dengan makanan yang enak-enak dan sehat. Melihat dari pasar yang seperti itu maka muncul ide untuk membudidayakan lele untuk dipasarkan kerumah-rumah makan dan restoran-restoran. Karena disamping memenuhi keiginan masyarakat untuk menyantap makanan enak, kita tetap bisa melestarikan kuliner nusantara yang kian terkikis dengan makanan-makanan siap saji.
Lele merupakan jenis ikan yang digemari masyarakat, dengan rasa yang lezat, daging empuk, duri teratur dan dapat disajikan dalam berbagai macam menu masakan. Lele merupakan jenis ikan yang digemari masyarakat, dengan rasa yang lezat, daging empuk, duri teratur dan dapat disajikan dalam berbagai macam menu masakan. Adapun manfaat yang di hasilkan dari budidaya lele antara lain:
a. Sebagai bahan makanan
b. Ikan lele jenis
c. Batrachus juga bisa dimanfaatkan sebagai ikan
pajangan atau hiasan.
Ikan lele yang di pelihara di sawah dapat bermanfaat untuk memberantas hama padi berupa serangga air. Karena merupakan salah satu makanan alami ikan lele. Ikan lele juga dapat diramu dengan berbagai macam obat lain untuk mengobati penyakit asma, menstruasi (datang bulan tidak teratur), hidung berdarah, kencing berdarah, dll.  Selain itu, banyak mengkonsumsi ikan lele juga dapat menyehatkan jantung. Karena ikan lele lebih banyak mengandung omega 3 di banding dengan jenis ikan lainnya.


1.                  ANALISIS INDUSTRI
1.1 Prospek masa depan usaha
Dalam hal menjalankan usaha ini, prospek yang dapat terlihat akan sangat nampak cerah sekali, karena tarikan pasar ( demand pull ) yang cukup kuat. Produksinya kemungkinan akan terus melambung seiring dengan banyaknya peminat dari ikan lele tersebut.
1.2. Analisis persaingan
Jika kita menjalankan suatu usaha, pastilah kita akan merasakan yang namanya persaingan bisnis. Tetapi hal ini tidak berpengaruh dalam bisnis budidaya ikan lele. Mengapa ? Sampai saat ini, masih banyak sekali kebutuhan ikan lele yang belum maksimal terpenuhi. Mungkin baru sekitar 60% yang sudah masuk ke pasaran. Oleh karena itu, masih terbuka lebar peluang pasar yang baik bagi calon pengusaha yang ingin menggeluti bisnis budidaya ikan lele ini.
1.3. Segmentasi pasar yang akan dimasuki
Pendistribusian ikan lele baik yang masih belum diolah atau masih hidup maupun yang telah diolah menjadi makanan siap saji, akhirnya akan dilepas ke pasaran dengan berbagai segmen, seperti:
1. Pasar Tradisional,
2. Pasar Modern,
3. Konsumsi lele,
4. Penjual makanan jadi skala kecil ataupun besar.



2.                  RESIKO

1. Putuh penanaman modal yang cukup besar untuk usaha yang lebih besar.
2. Proses pengembalian modal yang cukup lama.
3. Pertumbuhan ikan yang tidak bisa beranjak dewasa.
4. Membiayai operasional yang cukup besar.

3.                  HAMBATAN
1. Membutuhkan persediaan air yang cukup banyak,
2. Proses distribusi yang lama mengakibatkan ikan lele menjadi  kurang segar sehingga kualitasnya    menjadi menurun,
3. Mudah terserang penyakit.
Berikut ini adalah beberapa usaha untuk mengatasi resiko dan hambatan yang kemungkinan besar akan terjadi pada pembudidayaan ikan lele ini:
- Pemberian pakan yang teratur,
- Mengalirkan air secukupnya kedalam kolam,
- Melakukan proses pengemasan secara hati-hati.

BAB III
KESIMPULAN

A.     Kripik Singkong
Dari tulisan yang telah penulis uraikan di atas dapat ditarik benang merah dalam merintis usaha pembuatan keripik singkong, diantaranya adalah bahwa dalam merintis suatu usaha ada baiknya direncanakan secara matang baik ditinjau dari prospek masa depan maupun sistem manajemen yang dapat dilakukan untuk mengelola usaha yang bersangkutan.
Selain itu perlu pula dipikirkan dan diperhitungkan tentang prospek persaingan, segmentasi pasar dan kelancaran usahanya.
Khusus untuk pengelolaan usaha pembuatan keripik singkong ini, perlu diperhatikan ketersediaan bahan baku berupa singkong beserta sifat dari singkong itu sendiri yang dapat membusuk.
Penetapan harga jual merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam suatu usaha. Harga harus realistis tetapi tidak melupakan modal yang dikeluarkan untuk melakukan usaha yang bersangkutan tersebut.








B.      Singkong Keju

Berbisnis usaha singkong keju sangat menguntungkan, karena bahan utamanya sangat mudah dicari, harganya pun sangat terjangkau dan juga rasanya beraneka ragam seperti keju,coklat,strawberry,dll.

Tetapi dibalik kesuksesan pasti ada risikonya, risiko singkong keju antara lain singkong yang digoreng hancur, atau rasanya kurang enak, merendam singkong terlalu lama dalam larutan bumbu, dan terlalu sering membolak balik saat digoreng akan membuatnya hancur.
Risiko lain usaha ini adalah pemilihan lokasi yang kurang tepat. Akibatnya singkong keju hanya terjual sedikit meskipun rasa dan kualitasnya bisa di andalkan.
C.      Budidaya Ikan Lele
Berbisnis usaha budidaya ikan lele sangat menguntukan untuk dikelola sebagai usaha sampingan, dan dapat mengembalikan modal dengan cepat.

Dan kelemahan dari usaha ini adalah biaya operasioal yang cukup besar, pertumbuhan ikan yang tidak bisa bernjak dewasa .

 DAFTAR PUSTAKA
1.     www.google.com/budidayaikanlele
2.     www.bisnissingkongkeju.blogspot.com
3.     www.bisnisanekamasakansingkong.com/singkongkeju
4.     Farah Queen, Sukses Memasak Untuk Keluarga, Edisi ke 2,  PT. Pustaka Binaman Presindo, PT. Gramedia, Jakarta, 2008
5.     Sebagian di ambil dari http://yoserizal.com